Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Loading

wait a moment

Inilah Fakta Unik dan Penyebabnya Mengenai Hitamnya Kali-Kali di Jakarta

Inilah Fakta Unik dan Penyebabnya Mengenai Hitamnya Kali-Kali di Jakarta – Semakin dekat dengan pertandingan di Asian Games 2018 yang akan berlangsung sebentar lagi, kali ini ibukota Jakarta juga ikut mempersiapkan banyak hal untuk memeriahkan menjelangnya pertandingan tersebut. Tidak hanya venue yang di persiapkan, namun hal lain seperti menyangkut kenyamanan para atlet juga dipersiapkan untuk menjadi kenyamanan.

Inilah Fakta Unik dan Penyebabnya Mengenai Hitamnya Kali-Kali di Jakarta

Salah satu kenyamanan yang di persiapkan untuk para atlet saat menempati salah satu Wisma di jakarta adalah Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat. Mungkin dari ada sebagian sudah mengetahui bau yang menyegat yang berasal dari kali yang dekat dengan wisma itu, kebetulan juga area makan untuk para atlet berada tepat di samping kali yang mengeluarkan bau tidak sedap tersebut.

Anda bisa membayangkan bagaimana jika anda berasa disana dengan sedang menyantap makanan anda sambil mencium aroma kali yang tidak sedap itu. iuuhh!! Itulah kata-kata yang pasti akan keluar dari mulut anda tentunya. Nah saya di sini akan merangkum 5 hal unik yang menjadi fakta unik dari kali yang berada di jakarta, yang dimana Pemprov akan membuat kali tersebut bersih dan tidak bau lagi.

Baca juga :

Beberapa Jasa Unik yang Ditawarkan di Jepang

Travel Advice Negara Lain Mulai Rilis Terkait Teroris di Indonesia

 

Inilah Fakta Unik dan Penyebabnya Mengenai Hitamnya Kali-Kali di Jakarta

  • Jadi perhatian pemerintah pusat
    Pada Februari 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi Presiden RI Joko Widodo meninjau keadaan Wisma Atlet. Dalam kunjungan tersebut, Pak Presiden Jokowi dan Anies membahas masalah lingkungan di sekitar Wisma Atlet. “Kami perlu memastikan bahwa sungai yang melewati kompleks Wisma Atlet itu tidak mengirimkan aroma pencemaran karena kami tahu sungainya di sana selama ini cukup beraroma kuat,” ujar Anies. Anies mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi pemerintah lainnya harus mengatasi masalah itu. Berbagai upaya dilakukan untuk membuat aromanya menghilang dan kalinya jernih. Namun apakah demikian? Kita tidak tahu
  • Mengapa bisa hitam dan bau?
    Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ali Maulana Hakim menjelaskan kepada media perihal kali tersebut, air kali itu berwarna hitam dan beraroma busuk karena bersumber dari waduk-waduk sekitar yang sudah kotor terkena limbah rumah tangga. “Karena gelontoran airnya itu bukan seperti air dari Ciliwung, dia dari waduk yang ada di sekitar situ,” ujar Ali. Ali mengatakan limbah rumah tangga itu yang membuat air di Kali hitam menjadi bau dan hitam. Tak hanya bersumber dari air limbah rumah tangga, aliran air di Kali hitam juga tidak lancar, akibatnya air jadi tergenang dan bau busuk pun menyeruak ke lingkungan sekitar.
  • Dijernihkan dengan teknologi Nano Bubble
    Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan penjernihan kali yang berwarna hitam itu akan menggunakan teknologi “Nano Bubble”. “Ada namanya Nano Bubble untuk melakukan reservoir, melakukan treatment di situ supaya airnya kembali bersih dan tidak bau. Kemudian akan kami akan melanjutkan dengan proses penjernihan di sana,” ujar Teguh. Alat itu dipinjamkan secara cuma-cuma oleh perusahaan asal Singapura. Teguh mengatakan, alat tersebut sudah diuji coba Kementerian Lingkungan Hidup.
  • Pengerukan sulit dilakukan
    Teguh sendiri juga mengatakan pengangkatan sedimen lumpur di Kali hitam teresbut tidak bisa menggunakan alat berat. Sebab kali tersebut belum di-sheetpile. Teguh mengatakan pengerukan akhirnya dilakukan di hulunya yaitu Kali Sentiong. Sebenarnya, pengerukan di Wisma Atlet juga sudah dilakukan. “Hanya saja tidak maksimal kedalamannya mengingat dikhawatirkan akan longsor disisi kanan kiri jalan,” ujar Teguh.
  • Kini ditutup kain waring hitam
    Dengan segala upaya itu mereka telah lakukan, namun Kali hitam tersebut terkadang masih tetap mengeluarkan bau tak sedap. Akhirnya Anies dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memerintahkan untuk menutup kali itu dengan kain hitam. “Kali hitam ini kadang-kadang semriwing kadang-kadang enggak. Kita enggak mau ambil risiko. Pak Gubernur dan saya mengambil inisiatif untuk mengurangi risiko tiba-tiba semriwing,” ujar Sandiaga. Namun, proses penjernihan dengan menggunakan nano bubble tetap dilakukan. Sandiaga mengatakan ini semacam perlindungan ganda untuk memastikan Kali hitam tidak mengganggu para atlet.

 

Dengan segala upaya telah dilakukan oleh pihak-pihak yang berkesangkutan untuk memenuhi kebutuh dalam pertandingan di Asian Games itu, namun tetap saja alhasil malah membuat segelintir orang tertawa karena ide lucu yang berakhir pada penutupan kali hitam tersebut dengan menggunakan kain hitam yang cukup banyak. Ada-ada saja bapak kita yang satu ini. Namun perjuangan beliau cukup di ancungkan jempol karena keterbatasan waktu yang sangat singkat dengan Asian games.

Semoga hasil usaha yang dilakukan untuk Asian Games 2018 ini berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil seperti yang di inginkan. Sekian artikel ini semoga anda bisa mengikuti perkembangan yang terjadi di Jakarta saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *