Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Loading

wait a moment

Travel Advice Negara Lain Mulai Rilis Terkait Teroris di Indonesia

Negara Lain Mulai Rilis Travel Advice Terkait Teroris di Indonesia – Serangan teroris yang terjadi dalam insiden bom di Surabaya yang terjadi belum lama ini, sempat menyita perhatian dunia tentang terorisme. Beberapa negara bahkan telah mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advice) terhadap warganya yang akan mengunjungi atau sedang berada di Indonesia.

Travel Advice Negara Lain Mulai Rilis Terkait Teroris di Indonesia

Dimulai dari negara tetangga, Australia yang memberlakukan travel advice dengan kategori “High Degree of Caution” atau tingkat kewaspadaan yang tinggi. Pemerintahan negri kanguru tersebut menghimbau warganya untuk selalu waspada saat sedang berada di Indonesia, terutama di Surabaya, Jakarta dan Bali. Selain itu, warga Australia juga diimbau agar terus memantau informasi terkini di media terkait tentang bom tersebut.

Travel advice juga dikeluarkan oleh Singapura melalui siaran pers yang diterima pada Minggu, 13 Mei 2018. Pemerintah Singapura mengimbau warganya yang berada di Indonesia, terutama di Surabaya, mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk keselamatan pribadi, mengindahkan instruksi dari pemerintah setempat, dan memantau ketat berita lokal.

Bergeser ke utara, wilayah otonomi khusus Hong Kong turut mengeluarkan imbauan serupa, imbauan tersebut berbunyi: “Warga yang hendak mengunjungi Indonesia, atau sudah ada di sana, harus memantau situasi, berhati-hati, dan menghindari aksi protes dan pertemuan besar publik.”

Travel Advice Negara Lain Mulai Rilis Terkait Serangan Teroris  Yang Terjadi di Indonesia

Tidak ketinggalan, pemerintah Inggris juga mengeluarkan imbauan perjalanan, negeri ratu Elizabeth II itu menyatakan misi diplomatiknya di Indonesia telah melakukan kontak dengan pihak berwenang, dan mengharuskan warganya di Indonesia terus memantau informasi media, berhati-hati, serta patuh terhadap saran dari otoritas lokal.

Bermula pada serangan bom di Surabaya pertama kali terjadi pada Minggu pagi, 13 Mei 2018, pada sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Setelahnya, serangan teror berlanjut secara berurutan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya dan Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro, di mana rata-rata terjadi dalam selang waktu 10 menit.

Menurut polisi, insiden bom Surabaya menyebabkan 13 orang tewas dan lebih dari 40 lainnya luka-luka.

Beberapa jam kemudian, sebuah bom kembali meledak, yang kala itu terjadi di sebuh unit hunian di blok B lantai 5, rumah susun sewa sederhana (rusunawa) Sepanjang, kecamatan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo. Dalam insiden ini, tiga orang yang diduga pelaku teror tewas.

Travel Advice Negara Lain Mulai Rilis Terkait Serangan Teroris  Yang Terjadi di Indonesia

Teror belum berhenti. Pagi tadi, sebuah bom bunuh diri meledak di pintu masuk Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya. Sejauh ini, polisi menyebut empat pelaku tewas. Sementara, 10 orang luka-luka. Empat di antara korban luka adalah polisi.

Kejadian pengeboman tidak berujung sampai disitu saja, senin pagi tadi bom bunuh diri meledak di Mapolrestabes Surabaya. Kejadian singakat tersebut terjadi di pintu masuk Malporestabes, Para penjaga di pos penjaga berhamburan dengan suasana langsung mencekam di sekitar pintu masuk tersebut. Terlihat puing-puing berserakan akibat ledakan bom tersebut.

Seorang saksi mata berkata bahwa jika seseorang ingin memasuki wilayah tersebut harus melalui tahap sterilisasi terlebih dahulu, ketika ledakan terjadi saksi mata tersebut mendengar suara ledakan yang cukup keras dari arah pintu masuk Mapolrestabes Surabaya. Hingga siang tadi, kondisi jalan Veteran masih ditutup dari segala penjuru, Tim Gegana Polda Jawa Timur pun datang kelokasi untuk melakukan pengecekan apakah masih ada tanda-tanda dari bom tersebut.

Hingga saat ini masih menunggu jumlah jatuhnya korban dan modus apa yang sedang menyerang kota Surabaya tersebut hingga terjadi serangan terorisme, masih menunggu pihak berwajib untuk menganalisa lebih lanjut tentang kasus ini.

Di Jakarta pun keamanan memasuki Siaga satu yang dimana untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa, pihak aparat meminta warga untuk tetap tenang dan waspada jangan sampai termakan berita hoax yang di sebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca berita lainnya, seperti :

Sri Mulyani Pecat Pegawainya

3 Fakta Yang Tidak Pernah Diketahui Tentang Pablo Escobar

Tips dan Trik Penghasilan 10 juta perbulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *